Feeds:
Pos
Komentar

Buat anda yang lagi nyari kerja, nich ada kesempatan untuk kerja di Pabrik motor Honda, kalo info lengkapnya liat di situs resmi AHM www.astra-honda.com . Trus buat yang pengin kirim lamaran juga bisa disitus itu dan persyaratannya sebagai berikut :

Lowongan
 
 
Kesempatan Berkarir
Kirim Lamaran
Lowongan
 
 
D3      
         
  ENVIRONTMENT HEALTH & SAFETY CODE : GA-EHS Tanggal ditutup : 30 Juni 2008
   
  PROCUREMENT STAFF CODE : PRCS Tanggal ditutup : 30 Juni 2008
   
  PRODUCT & QUALITY ENGINEERING STAFF CODE : PQES Tanggal ditutup : 30 Juni 2008
   
  PRODUCT TECHNICIAN CODE : MQC-PT Tanggal ditutup : 30 Juni 2008
   
  PURCHASE PLANNING STAFF CODE : PURS Tanggal ditutup : 30 Juni 2008
   
  QUALITY TECHNOLOGY STAFF CODE : QTES Tanggal ditutup : 30 Juni 2008
   
S1      
         
  ABOVE THE LINE CODE : MKT-BTL Tanggal ditutup : 30 Juni 2008
   
  ACCOUNTING & TAX STAFF CODE : ACC- REP Tanggal ditutup : 30 Juni 2008
   
  AP CONTROLLER SECTION HEAD CODE : FIN-ACS Tanggal ditutup : 30 Juni 2008
   
  AREA SALES SUPERVISOR CODE : MKT-ASS Tanggal ditutup : 30 Juni 2008
   
  COST ENGINEER CODE : PRO-CE Tanggal ditutup : 30 Juni 2008
   
  INTERIOR-EXTERIOR ANALYST CODE : MKT-IEA Tanggal ditutup : 30 Juni 2008
   
  MARKET RESEARCH ANALYST CODE : MKT-MRA Tanggal ditutup : 30 Juni 2008
   
  NETWORK & PEOPLE DEVELOPMENT ANALYST CODE : MKT-NPD Tanggal ditutup : 30 Juni 2008
   
  NETWORK SYSTEM ANALYST CODE : MKT-NSA Tanggal ditutup : 30 Juni 2008
   
  PARTS SALES ANALYST CODE : MPA-PSA Tanggal ditutup : 30 Juni 2008
   
  PRODUCT ANALYST CODE : MKT-PAN Tanggal ditutup : 30 Juni 2008
   
  PRODUCT ENGINEER CODE : PQE-PE Tanggal ditutup : 30 Juni 2008
   
  PRODUCT RESEARCH ANALYST CODE : MKT-PRA Tanggal ditutup : 30 Juni 2008
   
  QUALITY SYSTEM ANALYST & AUDITOR CODE : QR-QSA Tanggal ditutup : 30 Juni 2008
   
  QUALITY TECHNOLOGY ENGINEER CODE : QTE-QT Tanggal ditutup : 30 Juni 2008
   

Goood Luck dech Bwt yang berminat smoga bisa bermanfaat

  • Selintas PLC hanya berfungsi sebagai kontrol ON dan OFF saja

Banyak hal yang dapat dikerjakan oleh PLC :

Sequent Control :

  • Pengganti relay kontrol logik konvensional
  • Pewaktu/pencacah
  • Pengganti pengontrol card (PCB)
  • Mesin kontrol Auto/semi-auto/Manual dari berbagai proses industri.

Kontrol Kompleks :

  • Operasi Aritmatika
  • Penanganan Informasi
  • Kontrol Analog (Suhu, tekanan, dll)
  • PID (Proporsional Integrator Diferensiator)
  • Fuzzy Logic
  • Kontrol Motor Servo

Kontrol Pengawasan :

  • Proses monitor dan alarm
  • Monitor dan diagnosa kesalahan
  • Antarmuka dengan komputer (RS232C/RS422)
  • Antarmuka dengan printer ASCII
  • Jaringan kerja otomatisasi pabrik
  • Local Area Network
  • Wide Area Network

 

Keuntungan penggunaan PLC

Dalam melakukan pemilihan peralatan kontrol i industri ada hal-hal tertentu yang menjadi pertimbangan baik dari sudut teknis dan tentunya dari faktor ekonomis.

Keuntungan dari penggunaan PLC dapat diuraikan sebagai berikut :

  • Waktu implementasi proyek dipersingkat
  • Modifikasi lebih mudah tanpa biaya tambahan
  • Biaya proyek dapat dikalkulasi dengan akurat
  • Training penguasaan teknik lebih cepat
  • Perancangan dengan mudah diubah dengan software(Perubahan dan penambahan dapat dilakukan pada software)
  • Aplikasi Kontrol yang luas
  • Maintenance yang mudah (Indikator Input dan Output dengan cepat dan mudah dapat diketahui pada sebuah system. Konfigurasi output dengan tipe relay plug-in
  • Keandaan tinggi
  • Perangkat kontroller standar
  • Dapat menerima kondisi lingkungan industri yang berat.

 

1. System Kontrol Typical

Pada dasarnya apabila kita melakukan pengendalian suatu peralatan mencakup tiga bagian besar yakni INPUT, CONTROLLER dan OUTPUT. Bagian input dalah peralatan-peralatan yang memeberikan masukan untuk menentukan proses kerja peralatan yang dikontrol (tombol tekan, limit switch, thumbwheel switch, flow swich, level switch, dsb), sedang bagian output adalah peralatan-peralatan yang dipergunakan untuk melaksanakan untuk melaksanakan hasil dari sutu proses (motor, selenoid, led display, heater, lampu, dsb)

Bagian controller adalah melaksanakan perhitungan, pengambilan keputusan , pengendalian, dsb, dari masukan untuk dikeluarkan dibagian outpu, dalam hal ini dilakukan dengan PLC. Sebenarnya dapat kita lakukan dengan peralatan lain seperti misalnya Personal Computer, dll.

Sementara untuk memudahkan pengertian bhwa idalam PLC terdapat beberapa unit peralatan yang berfungsi sebagai relay, coil, latching coil, timer, counter perubah analog ke digital, perubah digital ke analog dll. yang dapat digunakan untuk mengendalikan peralatan dengan bantuan program yang kita rancang sesuai dengan kehendak kita.

Biasanya dalam merancang suatu program pada PLC kita membuat Flowchart kerja yang kita inginan, kemudian baru dituangkan dalam bentuk ladder diagram. yang akan dimasukkan ke memory PLC tersebut dengan menggunakan console atau perconal computer.

2. Bagaimana menghubungkan PLC dengan unit Input/Output 

Dalam melakukan pemrosesan dari masukan harus dikendalikan dengan program yang kita susun sesuai dengan keperluan kita, dengan menggunakan  program ladder diagram. Apabila menggunakan console maka ladder diagram yang telah direncanakan harusdiubahterlebih dahulu menjadi kode mnemonic, apabila digunakan komputer tidak perlu merubah menjadi mnemonicnya, cukup menggunkan ladder diagram

Dalam Era globalisasi saat in i efisiensi menjadi tuntutan disegala bidang usaha sebagai salah satu kunci sukses dalam persaingan industri. Efisiensi industri berarti.

  • Kecepatan dalam menghasilkan produk dari peralatan produksi ataupun line prouksi.
  • Menurunkan biaya material dan efisiensi pemakaian tenaga kerja
  • Meningkatkan kualitas dan menurunkan reject
  • Meminimalkan downime dari mesin produksi
  • Biaya peralatan produksi murah.

PLC memenuhi kebanyakan dari persyaratan iatas dan merupakan salah satu kunci dalam meningkatkan efisiensi produksi dalam industri.

Secara tradisional, otomasi hanya diterapkan untuk suatu tipe produksi dengan jumlah yang tinggi. Tetapi kebutuhan kini menuntut otomatisasi dari bermacam-macam produk dalam jumlah yang sedang, sebagaimana untuk mencapai produktivitas keseluruhan yang lebih tinggi dan memerlukan investasi minimum dalam pabrik dan peralatan. (Flexible Manufacturing System) FMS menjawab kebutuhn ini. Sisitem ini mencakup  peralatan otomatik seperti mesin NC, robot industri, transport otomatik dan produksi yang terkontrol komputer.

Latar Belakang dan Perkembangan

Sebelum adanya PLC, sudah banyak peralatan kontrol sekuensial, semacam shft dan drum. Ketika relay muncul, panel kontrol dengan relay menjadi kontrol sekuensial yang utama. Ketika transistor muncul, solid state relay diterapkan pada bidang dimana relay elektromagnetik tidak cocok diterapkan seperti untuk kontrol dengan kecepatan tinggi. Sekarang sistem kontrol sudah meluas sampai ke seluruhan pabrikdan sistem kontrol total dikombinasikan kontrol dengan feedback, pemrosesan data dan sistem monitor terpusat.

Sistem kontrol logika konvensional tidak dapat melakukan hal-hal tersebut dan PLC diperlukan untuk itu. Perbandingan antar Wired Logic dengan PLC adalah sebagai berikut :

                                                   WIRED LOGIC                       PLC

Peralatan yang di control(hardware)

Tujuan Khusus

Tujuan Umum

Skala Kontrol

Kecil dan Sedang

Sedang dan Besar

Mengubah/Penambahan pada spesifikasi

Sukar

Mudah

Periode pengiriman

Beberapa hari

Dengan segera

Perawatan (oleh pembuat dan pemakai

Sukar

Mudah

Kesalahan uji

Tergantung design dan manufaktur

Sangat tinggi

Efisiensi dari segi ekonomi

Keutungan pada operasi skala kecil

Keuntungan pada operasi skala kecil, sedang dan besar

 

           

Sejak Oracle 8i sampai versi terakhir, oracle telah memperkenalkan metode baru dalam pengaturan LRU list, yaitu metode touch count. dengan metode touch count, oracle tidak lagi melihat posisi block berdasarkan pertama atau terakhir kali sebuah block diakses. Namun oracle akan melihat sebebrapa sering sebuah block diakses, maka semakin lama block tersebut diakses. Semakin sering block diakses, maka semakin lama block tersebut menempati buffer cache, dan block-block yang jarang diakses, secepatnya akan dikeluarkan dari buffer cache

Database Buffer cache atau buffer cache adalah bagian dari SGA yang digunakan untuk menyimpan data block  dari masing-masing segment yang diakses oleh user. Tipe-tipe segment tersebut anatar lain table segment, index segment, cluster segment, LOB segment, LOB index Segment, Undo segment, dan temporary segment. Oracle mempunyai beberapa cara pengaturan untuk menempatkan data block pada buffer cache. Oracle pertama kali mengenalkan  metode LRU (Least Recently Used) dan sekarang dikenalkan metode touch count yang merupakan penyempurnaan metode sebelumnya

2.1.1 LRU (Least Recently Used)

Ketika oracle melakukan pembacaan terhadap sebuah segment oracle akan mencari block tersebut dari memori.  Jika ini tidak ditemukan, oracle akan membaca dari hard disk dan setiap block yang dibaca akan diletakkan dalam memori, yaitu buffer cache. Dengan adanya keterbatasan alokasi memori yang ada pada oracle maka dalam hal ini oracle akan mengatur block-block mana saja yang akan tetap dipertahankan dan block mana yang harus dikeluarkan dari memori, yaitu menggunakan LRU list.

Dalam LRU list, block yang pertama kali dibaca akan berada pada posisi terakhir dalam LRU list, sedang block yang terakhir kali dibaca berada pada MRU (Most Recently Used)

Jadi pada meode ini data block yang terakhir dibaca berada pada posisi atas dan yang pertama kali di baca berada pada posisi paling bawah. Dan pada saat buffer cache dalam kondisi penuh  maka harus ada block yang dikeluarkan dan itu adalah block yang berada paling bawah (LRU list paling bawah) Namun sebelumnya DBWR (database Writer).

Setiap block baru akan dibaca maka oracle akan berusaha menyediakan tempat kosong pada buffer cache apabila kapasitas buffer cache terbatas, dan oracle harus membuang block yang tidak terpakai. DBWR akan selalu memerikas dirty block. Apabila block yang akandibuang berstatus dirty block, DBWR akan menyimpannya dalam datafiles.

Oleh karena itu perlu disediakan alokasi memori (beffer cache agar proses pembacaan dalam buffer cache dapat berjalan dengan maksimal

Tujuan proses tuning adalah agar database dapat berjalan dengan performance yang lebih baik sesuai dengan yang diharapkan. Salah satunya  adalah mengatur penggunaan memori secara lebih efisien, karena semua transaksi dan aktifitas yang terjadi pada datatbase oracle semaksimal mungkin dilakukan dimemori. Oracle akan menghindari pembacaan dari hardisk, kerna semakin banyak proses yang melihat aktifitas hard disk (Disk I/O), maka semakin banyak resource yang dibutuhkan aktifitas processor menjadi semakin tinggi, dan akhrnya dapat terjadi cotention.

Alokasi memori di oracle ter diri atas beberapa bagian, antara lain:

  • Buffer Cache
  • Shared Pool
  • Large Pool
  • Java Pool
  • Log Buffer

Disamping kelima bagian memori di atas yang tersusun dalam SGA, oracle juga mempunyai alokasi memori lain yang digunakan untuk proses sorting, grouping, hashing dan kebutuhan-kebutuhan memori untuk user process yang disebut PGA dan UGA.