1. System Kontrol Typical
Pada dasarnya apabila kita melakukan pengendalian suatu peralatan mencakup tiga bagian besar yakni INPUT, CONTROLLER dan OUTPUT. Bagian input dalah peralatan-peralatan yang memeberikan masukan untuk menentukan proses kerja peralatan yang dikontrol (tombol tekan, limit switch, thumbwheel switch, flow swich, level switch, dsb), sedang bagian output adalah peralatan-peralatan yang dipergunakan untuk melaksanakan untuk melaksanakan hasil dari sutu proses (motor, selenoid, led display, heater, lampu, dsb)
Bagian controller adalah melaksanakan perhitungan, pengambilan keputusan , pengendalian, dsb, dari masukan untuk dikeluarkan dibagian outpu, dalam hal ini dilakukan dengan PLC. Sebenarnya dapat kita lakukan dengan peralatan lain seperti misalnya Personal Computer, dll.
Sementara untuk memudahkan pengertian bhwa idalam PLC terdapat beberapa unit peralatan yang berfungsi sebagai relay, coil, latching coil, timer, counter perubah analog ke digital, perubah digital ke analog dll. yang dapat digunakan untuk mengendalikan peralatan dengan bantuan program yang kita rancang sesuai dengan kehendak kita.
Biasanya dalam merancang suatu program pada PLC kita membuat Flowchart kerja yang kita inginan, kemudian baru dituangkan dalam bentuk ladder diagram. yang akan dimasukkan ke memory PLC tersebut dengan menggunakan console atau perconal computer.
2. Bagaimana menghubungkan PLC dengan unit Input/Output
Dalam melakukan pemrosesan dari masukan harus dikendalikan dengan program yang kita susun sesuai dengan keperluan kita, dengan menggunakan program ladder diagram. Apabila menggunakan console maka ladder diagram yang telah direncanakan harusdiubahterlebih dahulu menjadi kode mnemonic, apabila digunakan komputer tidak perlu merubah menjadi mnemonicnya, cukup menggunkan ladder diagram














mengapa dalam water level controll dalam boiler yang digunakan dewasa ini masih menggunakan sistem gerbang yang dipadupadankan dengan relay bukan menggunakan PLC?
trus gimana kalau WLC tersebut pengunaannya digantikan dengan PLC, apakah hal itu lebih menguntungkan atau justru malah percuma karena harga yg relatif lebih mahal dibanding relay. bila PLC tersebut dibuat untuk pengaturan WLC apakah ada alasan yang dapat membenarkan keputusan tersebut?
mohon penjelasannya…
terimakasih,,,
Pak Opick,
Kalau boleh saya menanggapi sebenarnya ada juga boiler yang sistem kontrolnya menggunakan PLC. Tapi tentunya PLC yang khusus untuk boiler. Saya coba browsing ternyata ada PLC yang khusus untuk boiler, pada screen sudah menunjukkan parameter yang dibutuhkan dalam operasi boiler. Tentunya harganya mahal.
Atau bisa saja dengan PLC yang kita program/custom sendiri sesuai dengan kebutuhan kita. Dan setahu saya I/O PLC jumlahnya 4, 8, 16 dst, sehingga kalau hanya untuk mengontrol satu titik WLC tentunya akan mubazir.
Demikian saya sampaikan, maaf mungkin ada istilah-istilah yang tidak pas.
Terima kasih untuk pak Danny yang telah menyediakan ruang ini.
Wassalam,
Endar Fitrianto
Sebelumnya trima kasih kembali sudah berpartisipasi di blog saya.
Mas Opick
Dalam pemilihan suatu controller sebenarnya kita memiliki banyak pilihan, seperti Mikorokontroller, Komputer(PPI 8255) dll tergantung kebutuhan dan peralatan yang akan dikontrol.
Untuk pengontrolan skala kecil dan kontrol yang permanen maka akan lebih murah dan efisien jika kita menggunakan gerbang dan relay ataupun mikrokontroller.
Seperti yang mas endar bilang kalo untuk kontrol skala kecil PLC bisa dibilang mubazir, tapi untuk kontrol skala besar PLC sangat bermanfaat dan lebih efisien dibanding menggunakan gerbang logika dan relay. selain rangkaian yang kompleks jika menggunakan gerbang, untuk perombakannnya pun lebih sulit dan harus merubah rangkaiannya kembali. Di PLC relay digunakan untuk menghubungkan Input / Output dengan PLC sedangkan untuk pengontrolannnya sendiri fungsi relay dan gerbang logika digantikan dengan program yang dapat kita isikan pada PLC tersebut.
Untuk I/O PLC dapat kita pilih sesuai kebutuhan aja, tergantung spek PLCnya. Biasanya jumlah untuk I/O yang dalam jumlah kecil ada yang terdiri dari 10 I/O(6 Input,4 Output), 20 I/O(12 Input,8 Output), 30 I/O(18 Input, 12 Output) dll. Demikian yang dapat saya penjelasan dari saya, semoga bermanfaat, maaf bila ada penjelasan saya yang kurang tepat