1. Tujuan
Tujuan pemeliharaan trafo adalah untuk menjaga kondisi trafo agar dapat dibebani secara optimal dan mampu bertahan sampai susut umur sesuai desain.
Beberapa hal yang menyebabkan kerusakan pada trafo antara lain :
Ø Adanya kesalahan dalam pembuatan.
Ø Adanya kesalahan pengoperasian.
Ø Adanya kesalahan pembebanan.
Ø Adanya gangguan dari luar trafo.
Pemeliharaan trafo distribusi yang sebagain besar dalam keadaan tidak terjaga dan jumlahnya sangat besar hanya bisa dilakukan secara berkala (bulanan) dengan melakukan pengukuran beban. Pada beban kurang dan beban puncak, pengamanan secara teliti karakteristik beban yang terpasang pada trafo dapat menjadi bahan acuan untuk menentukan kapasitas trafo yang harus dipasang dan memprediksi pelaksanaan pemeliharaan secara fisik.
Pemeliharaan secara awal antara lain berupa pengukuran/pengujian atau pembersihan bagian-bagian luar trafo. Bila dalam pemeliharaan tersebut terdapat indikasi adanya kerusakan yang lebih serius, misalnya nilai tahanan isolasi masih di bawah batas minimalnya, maka perbaikan untuk bagian dalam trafo perlu dilakukan.
2. Jadwal Pemeliharaan Trafo
2.1. Pemeliharaan Bulanan
Dilaksanakan dalam keadaan beroperasi. Berupa pekerjaan pemeriksaan visual yang meliputi pemeriksaan : tinggi permukaan minyak, wama minyak, kondisi bushing, kondisi permukaan tangki/radiator, dan kemungkinan adanya kebocoran, suhu trafo, mengadakan pengukuran tegangan/beban trafo, serta penyetelan sadapan.
2.2. Pemeliharaan Tahunan
Dilaksanakan dalam keadaan tidak bertegangan pekerjaan yang dilakukan sama dengan pekerjaan pemeliharaan bulanan ditambah dengan pemeriksaan kelengkapan trafo, yaitu : arrester, spark gap, pentanahan, tempat kedudukan trafo serta pengukuran/pengujian kontinyuitas belitan, tahanan isolasi, polaritas indeks dan dielektrik minyak isolasinya.













