1. Pengukuran / Pengujian Trafo
Pengukuran/pengujian yang dimaksudkan untuk mengetahui kondisi trafo distribusi antara lain :
Ø Pengukuran kondisi belitan trafo.
Ø Pengujian dielektrik minyak trafo.
Ø Pengujian operasi.
3.1. Pengukuran / Pengujian Kondisi Belitan
Salah satu indikator penting suatu trafo layak dioperasikan kondisi isolasinya, sebab bila kondisi isolasi jelek dan ini ditujukan dengan nilai tahanan isolasinya rendah dibawah batas minimal yang diinginkan, ketika dioperasikan (diberi tegangan) dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada trafo itu sendiri, bahkan dapat mengganggu kerja dari sistem jaringan, dimana trafo tersebut dipasang.
Hal lain yang lebih membahayakan, apabila sampai terjadi kontak antara kumparan tegangan tinggi dengan badan trafo, atau kumparan tegangan rendah, tetapi kerja sistem pengaman kurang baik, maka tak ayal lagi dapat menyebabkan kecelakaan bagi orang, karena tegangan sentuh terlalu tinggi atau paling tidak dapat marusak peralatan-peralatan listrik yang terpasang pada tegangan rendah.
Kerusakan-kerusakan atau kecelakaan seperti tersebut diatas adalah hal yang harus dihindari. Untuk trafo caranya adalah mengukur kondisi isolasi baik saat trafo yang akan dipasang maupun secara berkala pada trafo yang sudah beroperasi. Pengujian pada isolasi trafo yang harus dilakukan adalah :
Ø Test Kontinyuitas belitan.
Ø Pada bushing HV pada setiap tap changer (sadapan), nilai tahanan AB = AC = CA.
Ø Pada bushing LV nilai tahanan ab = ac = ca atau an = bn = cn
Tabel pengamatan
Kesimpulan hasil test
Ø Pengukuran Tahanan Isolasi Belitan
Tujuannya untuk mengetahui ketahanan belitan terhadap tegangan kerjanya. Alat ukur yang digunakan adalah megger 1000-5000 V DC dengan arus minimal 1 mA. Cara pengukurannya adalah pengukuran antara bushing HV dengan LV, bushing HV ground/body dan bushing LV dengan ground/body, lama pengukurannya masing-masing 1 menit.
Nilai tahanan isolasi belitan paling rendah adalah :
C = Faktor belitan terendam dalam minyak besarnya = 0,8
E = Tegangan tertinggi …………….. (Volt)
kVA = Daya trafo …………………………. (kVA)
k = Faktor koreksi suhu belitan
Temperatur Faktor koreksi
0°C 0,25
5°C 0,36
10°C 0,50
15°C 0,72
20°C 1,100
30°C 1,98
40°C 3,95
50°C 7,85
Contoh :
Trafo 1.000 WA dengan tegangan 20 kV / 400 V
Pelaksanaan pengukuran sebaiknya diawali dari penqukuran antara sisi LV dengan Body dengan tegangan 1000 V, sebab kesalahan pemilihan tegangan pengukuran pada Megger dapat menyebabkan kerusakan isolasi pada belitan trafo.
Tabel pengamatan
Kesimpulan hasil test
Ø Test Polaritas Index
Tujuannya untuk memastikan bahwa trafo tahan terhadap tegangan lebih. Cara pengujiannya seperti pengujian tahanan isolasi tetapi dilakukan pencatatan sebanyak 40 kali masing-masing setiap 1 menit.
Dengan membandingkan hasil test menit ke 10 dengan menit ke 1 kondisi isolasi dapat diketahui berdasarkan tabel dibawah ini.
Polaritas Index Kondisi isolasi
Kurang dari 1 - Berbahaya
1,0 – 1,1 - Kurang
1,1 – 1,25 - Meragukan
1,25 – 2,0 - Cukup
Lebih dari 2,0 - Bagus
Tabel pengamatan
3.2. Pengujian Dielektrik Minyak Isolasi
Fungsi utama dari minyak adalah :
Ø Sebagai cairan isolasi
Ø Sebagai pendingin
Sebagai cairan isolasi minyak trafo baru harus mempunyai tegangan tembus minimal 120 kV /cm, sedang untuk minyak yang terpakai minimal 80 kV/cm. Sebagai cairan pendingin, nilai viskositas untuk minyak baru maksimal 18,50 milipoises, sedang untuk minyak yang terpakai maksima! 19,24 miliposes. Titik nyala minimum 146°C.
Trafo dalam keadaan berbeban akan timbul panas antara 60°C – 80°C pada kumparan-kumparan yang disalurkan pada minyaknya dengan cara konveksi dan radiasi ke udara melalui sistem pendinginannya.
Trafo dengan, type conservator, minyak trafo mempunyai kontak dengan udara luar yang mengandung asam. Dan inilah yang lambat laun dapat merusak minyak trafo.
Zat asam pada suhu minyak antara 60°C – 80°C bereaksi dengan minyak trafo, sehingga terjadi persenyawaan asam dan air sehingga kadar asam dan air dalam minyak trafo ini makin tinggi. Bila minyak trafo berkadar asam tinggi bereaksi dengan kumparan dan bagian logam trafo dari trafo akan membentuk garam-garam yang tak dapat larut mengendap berupa bintik-bintik berwama merah coklat.
Kondisi tersebut bila dibiarkan berlangsung terus, berakibat merusak kumparan trafo dan minyak menjadi kental, hingga daya pendingin serta tegangan tembusnya makin turun.
Untuk mencegah hal tersebut diperlukan secara periodik pemeriksaan minyak di laboratorioum guna mengetahui :
Ø Nilai tegangan tembus
Ø Kadar asam dan air
Ø Nilai viskositas
Ø Keadaan visual (warna, endapan, kejernihan)
Hasil pemeriksaan digunakan untuk melakukan tindak lanjut yaitu :
Ø Minyak masih dapat dipakai
Ø Minyak harus diproses/disaring agar dapat dipakai
Ø Minyak harus diganti














pak aq minta masalah pembahasan bushing donk……….
pak, saya baru membuatkan trafo dg tegangan yg saya inginkan sebesar 80 kv tapi waktu diuji langsung dengan sela bola malah kabelnya (kabel dari AC) terbakar sebelum diuji, kenapa pak? apa ada yang kurang
assalamualaikum.wr.wb
salam silatuhrohim…
maaf pak apakah saya boleh tahu alamat emailnya
terima kasih..
wassalamualaikum.wr.wb
pak, saya mau mengetahui banyak tentang minyak trafo serta spesifikasinya untuk bahan skripsi….?
mw tanya ada data nya grounding untuk JTM 20 kv
makasih……………
siang pak,
saya sutamin dari CV Putrawidjaja salah satu rekanan PLN. dimana pihak PLN berkeinginan untuk mengecek minyak-minyak trafo mereka. kami dapat menghubungi siapa alamat emailnya apa dan nomor teleponnya berapa. karena kami diminta untuk segera melakukan pengecekan. thank’s
hormat kami,
CV. PUTRA WIDJAJA
Sutamin. P
Direktur
kepada yth,
Bp.sutamin putrawidjaya
from : baron dwilaksana
perihal : kerjasama pengecekan trafo di PLN
Dengan hormat
bersama surat ini saya dari PT.mandala ingin mengajak Bp.sutamin bekerjasama dalam pengujian trafo 20 kv di PLN.
saya tunggu kabar secepatnya ………
hormat kami
Boran dwilaksana
saya mau munta data2 dari trafo dist. 20kv n gambar dari bagian2 trafo.bisa gak.
tolong dong
lg butuh banget neh
makasih
aslm mualaikum
pak saya maubertanya alat apa yang saya maupakai untuk mengetes setelah travo di perbaiaki dan di kasi tengaangan,dan pemanasan apa yang evesien untuk pengeringgan spul travo trimakasih
1. Threatment oil (flushing)
2. Tahanan Isolasi
3, Test DGA, furan, viscositas, titik nyala dll ( pengujian Oli Standart)
4. Tahanan Belitan (RDC)
5. Tahanan Dinamis Tap Changer
6. Tan Delta
dari data di atas sudah cukup untuk memastikan trafo layak atau tidak beroperasi setelah di overhol
asslamualaikum…
pak saya mau minta data tentang trafo daya,,bsa ngx?
data nya bwt tugas akhir sya…
terimakasih sblum ny.
KALAU ADA BUTUH TENAGA PENGECEKAN MINYAK TRAFO..UNTUK WILAYAH AJ TANGERANG..SILAHKAN HUBUNGI KAMI..
BPK ELVONSO:082110722589..021-90399423…085695396282
KAMI TUNGGU INFORMASINYA.
TERIMA KASIH
( ELVONSO)
Pak kalau beli minyak trafo dalam jumlah banyak dan harga yang murah dimana Pak..???thanx
Kalau Pak Gultom ada kebutuhan minyak trafo bisa hubungi saya.
Terima kasih.
Bobby
PT. PRI Indonesia
021-7246727
terima kasih atas ilmunya
apakah bisa dishare mengenai Disolve gas analysis (DGA) trafo ? metode apa saja yang ada untuk DGA tsb? terima kasih
Untuk Trafo kering 20 kv
1. Bagaimana cara perawatannya..?
2. Apa perlu Cubicle Panel TM di grounding dan di gembok ( Safety )
Terima Kasih
pengertian indeks polaritas sendiri tu apa mas??????
Hi everyone, it’s my first go to see at this web site, and paragraph is really fruitful designed for me, keep up posting these articles.
salah nguji mungkin kamu kurang ajar makanya kabelnya belum diuji terbakar, dan mungkin kamu berbuat maksiat sebelum uji dan lupa berdoa awass ya jangan terulang lagi
oooooooo……..