Bahan Isolator
Bahan untuk membuat isolator yang paling banyak digunakan pada sistem distribusi antara lain :
1. Isolator Gelas
2. Isolator Keramik
Berdasarkan fungsinya isolator tediri dari 2 (dua) jenis yaitu :
1. Isolator tumpu : Type RM dan Type N
2. Isolator penegang : Type Chanpignon dan Type Afspan
Ukuran isolator dan pemakaiannya
|
No |
Isolator Type |
Ukuran, mm |
Berat |
Untuk Kawat mm2 |
||||||
|
H |
D |
DI |
d |
h |
f |
ri |
Kg |
|||
|
1 2 3 4 5 6 7 8
|
Type RM I Type RM II Type RM III Type N 95 Type N 80 Type N 60 Type champignon Type penegang yg Dinormalisasir (afspan isolator) DIN 8002
|
140 100 80 95 85 60 145 81
|
86 70 ign=”center”>60 95 80 60 120 102 |
59 51 40 66 54 40 82 91 |
21 17 11,5 22 19 17 23 23 |
49,5 32 30 38 31 25 |
4 3,5 3 9 6 5 4 7,5 |
12 8,5 7 9 6 |
0,91 0,45 0,26 0,55 0,36 0,13 0,45 0,55 |
50,70 16,25,35 6,10 95 s/d 150 16 s/d 70 6 s/d 10 |
Hal-hal yang pelu diperhatikan pada waktu pemeriksaan / pemeliharaan isolator antara lain :
• Kondisi fisik isolator
• Tempat kedudukan isolator
• Pengikatan kawat pada isolator
Cross Arm / Treverse
Cros arm berfungsi sebagi tempat dudukan isolator, menerima beban tarikan atau tumpuan dari penghantar sehingga sering kedudukannya menjadi berubah, memutar kesamping atau miring ke bawah sehingga jarak antara penghantar dengan penghantar atau penghantar dengan tiang menjadi berubah. Salah satu akibat dari hal-hal ini adalah terjadi hubungan singakt antar penghantar dengan penghantar atau penghantar dengan tiang.
Untuk mencegah hal tersebut, pemeliharaan terhdap traverse sangat diperlukan pemeliharaan tersebut antara lain :
• Memeriksa kekurangan mur baut pengikat traverse ketiang
• Memeriksa keadaan pelat kelainan traverse atau palang penyangga serta kekurangan mur bautnya
• Memeriksa adanya karat.














kok gak ada isolator type f dan a ya???